Presiden Prabowo Resmikan Jalan Inpres Daerah di Seluruh Indonesia, Konektivitas Pelosok Kian Terbuka

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat hingga ke daerah pelosok.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah yang telah menjangkau berbagai wilayah di Tanah Air. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa jalan daerah bukan sekadar sarana transportasi, melainkan infrastruktur vital yang berperan sebagai penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses jalan yang semakin baik, distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” kata Presiden.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan daerah pada era pemerintahan Presiden Prabowo mengusung standar yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Salah satu peningkatan signifikan terlihat pada lebar jalan yang kini ditetapkan mencapai 7 meter, lebih luas dibandingkan standar lama yang hanya sekitar 4 meter.

“Mohon izin, Inpres Bapak yang nomor 11 tahun 2025 inilah yang kemudian menjadi arahan dari Bapak dari awal agar jalan yang kita bikin, walaupun sekadar jalan daerah, tapi mampu dilewati oleh dua kendaraan secara berpapasan,” ujar Dody.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan Inpres Jalan Daerah bagus untuk memperkuat konektivitas distribusi pangan.

“Ini sebenarnya satu kebijakan yang bagus karena memang selama ini di daerah itu apalagi daerah-daerah dengan potensi swasembada pangannya tinggi harusnya akses infrastruktur dan bagaimana kemudian logistik itu bisa terdistribusi secara merata dan cepat,” ujar Trubus.

Menurut dia, Inpres Jalan Daerah ini membantu pembangunan dan perbaikan jalan-jalan yang rusak atau perlu ditingkatkan di daerah-daerah, terutama daerah-daerah sentra pangan.

“Intinya itu sebenarnya konektivitas jadi karena konektivitas itulah kemudian ketika kebijakan membangun ini sangat baik, karena memang jalan-jalan di daerah itu banyak sudah pada rusak,” kata Trubus.

. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *