Jakarta – Pemerintah resmi membuka enam ruas tol fungsional secara gratis selama periode Mudik Lebaran 2026 sebagai langkah strategis memperlancar mobilitas masyarakat. Total panjang ruas yang dapat dimanfaatkan mencapai sekitar 198 kilometer, tersebar di jaringan Trans-Java Toll Road dan Trans-Sumatra Toll Road. Kebijakan ini dirancang untuk mengurai kepadatan, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan pada arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Badan Komunikasi Pemerintah menyampaikan bahwa seluruh ruas tersebut akan dibuka sementara selama masa operasional mudik dan dapat dilalui tanpa dikenakan tarif.
“Kebijakan ini diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan arus kendaraan sekaligus mendukung perjalanan pemudik agar lebih lancar, aman, dan nyaman. Ruas tol dibuka secara fungsional dan dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama periode mudik,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram @bakom.ri.
Untuk jalur Trans Jawa, terdapat empat ruas tol fungsional yang dapat digunakan, yakni Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer, Tol Jogja–Bawen 4,85 kilometer, Tol Jogja–Solo 11,48 kilometer, serta Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I sepanjang 49,68 kilometer. Sementara di jalur Trans Sumatra, dua ruas yang dikelola Hutama Karya turut dibuka gratis, yakni Tol Sigli–Banda Aceh Seksi I sepanjang 23,9 kilometer dan Tol Palembang–Betung Seksi I dan II sepanjang 53,6 kilometer.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintasi Jalan Tol Trans Jawa–Sumatra selama mudik Lebaran 2026. Ia memastikan kesiapan pengamanan arus lalu lintas melalui Operasi Ketupat 2026.
“Khusus jalan tol memang terjadi peningkatan arus yang cukup tinggi. Proyeksinya sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatera,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan balik, tetapi juga pada momentum Ramadan hingga Idulfitri, sejalan dengan tagline Operasi Ketupat 2026, “mudik aman, masyarakat bahagia” yang diinisiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan, mulai dari contraflow, one way, hingga pengoperasian tol fungsional.
Operasi Ketupat direncanakan berlangsung pada 13–26 April 2026, dengan jadwal resmi yang akan diumumkan Mabes Polri. Pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan pendukung seperti work from anywhere dan pembatasan kendaraan sumbu tiga.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam memastikan kelancaran mudik.
“Mudik merupakan agenda tahunan berskala nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga harus dilayani secara optimal oleh negara,” ujarnya.
Dengan adanya tol gratis, pemerintah berharap stabilitas kendaraan menjadi lebih merata sehingga perjalanan pemudik tahun ini berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.
