JAKARTA – Penguatan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI sebagai personel yang mengoperasikan sistem pertahanan tersebut.
Pemenuhan kebutuhan dasar, kelayakan fasilitas penunjang, serta kesejahteraan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan prajurit menjalankan tugas. Karena itu, penguatan alutsista dan pembangunan sumber daya manusia TNI perlu berjalan beriringan.
Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menilai kesejahteraan prajurit tidak dapat dipisahkan dari upaya memenuhi kebutuhan dan meremajakan alutsista TNI.
“Kami berjuang dengan teman-teman pimpinan dan sahabat-sahabat Komisi I terkait kesejahteraan karena kesejahteraan adalah kata kunci, dua yang tidak terpisahkan antara alutsista dengan kesejahteraan,” kata Achmad.
Dalam kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Lanud Adi Soemarmo, Surakarta, Achmad antara lain menyoroti Uang Lauk Pauk (ULP), kondisi fasilitas mess, serta dukungan operasional bagi prajurit.
Perhatian terhadap aspek tersebut dinilai penting karena kesiapan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi juga kesiapan personel yang menjalankan dan memelihara kemampuan pertahanan.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto juga menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar prajurit terpenuhi.
“Kebutuhan dasar prajurit harus terpenuhi, jangan sampai kita kirim pasukan kita ke garis depan, tapi garis belakangnya tidak beres. Tentu segala aspek kesejahteraan prajurit harus diperhatikan,” ujarnya.
Selain menyoroti kesejahteraan, Anton turut mendorong peremajaan sejumlah alutsista. Salah satunya radar di Lanud Adi Soemarmo yang dinilai perlu menjadi perhatian untuk mendukung kebutuhan operasional TNI AU.
Dengan demikian, peningkatan kemampuan pertahanan membutuhkan keseimbangan antara pembaruan alutsista dengan penguatan kualitas dan dukungan terhadap personel TNI.
Pesan serupa disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko dalam anjangsana jajaran TNI menjelang HUT ke-81 TNI.
“Jaga dan tingkatkan profesionalisme keprajuritan, jadilah TNI yang dicintai rakyat, tingkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” kata Moeldoko.
Profesionalisme dan kesejahteraan menjadi dua unsur yang berkaitan dengan kesiapan personel menghadapi tuntutan tugas yang terus berkembang. Prajurit yang memperoleh pembinaan, dukungan fasilitas, dan pemenuhan kebutuhan yang memadai memiliki landasan yang lebih baik untuk mempertahankan kesiapan dalam menjalankan tugas pertahanan.
Sejalan dengan modernisasi alutsista, penguatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan prajurit menjadi bagian dari pembangunan kekuatan TNI secara menyeluruh. Dengan dukungan personel yang profesional dan alutsista yang semakin memadai, kemampuan pertahanan dapat terus dikembangkan untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.
